Mitos atau Fakta: Kebanyakan Makan Telor Bikin Bisul?

Sejak dulu, banyak orang Indonesia percaya bahwa terlalu banyak makan telur bisa menyebabkan munculnya bisul di tubuh. Kalimat seperti “jangan kebanyakan makan telur, nanti bisulan” sering terdengar dari orang tua maupun lingkungan sekitar. Kepercayaan ini menjadi populer karena muncul dari pengalaman beberapa orang yang kebetulan mengalami bisul setelah mengonsumsi banyak telur. Akibatnya, telur pun sering dianggap sebagai penyebab utama masalah kulit tersebut, meskipun belum tentu benar.
Faktanya, anggapan bahwa makan telur berlebihan langsung menyebabkan bisul adalah mitos. Telur bukan penyebab munculnya bisul. Bisul biasanya terjadi karena adanya infeksi pada kulit, terutama ketika bakteri masuk melalui pori-pori atau luka kecil. Jadi, seseorang yang makan telur dalam jumlah banyak belum tentu akan mengalami bisul. Sebaliknya, orang yang jarang makan telur juga tetap bisa terkena bisul jika kebersihan kulit kurang terjaga atau tubuh sedang mengalami kondisi yang membuatnya lebih mudah terkena infeksi. Telur sendiri justru merupakan makanan yang mengandung banyak zat gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Lalu, mengapa banyak orang merasa telur berhubungan dengan bisul? Salah satu alasannya karena telur termasuk makanan yang kaya protein dan sering dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak oleh orang yang sedang ingin menambah berat badan, membentuk otot, atau meningkatkan asupan nutrisi. Pada kondisi tertentu, seseorang mungkin mengalami masalah kulit karena faktor lain, seperti perubahan hormon, kebersihan tubuh, keringat berlebih, atau daya tahan tubuh yang menurun, lalu secara kebetulan mengaitkannya dengan telur yang baru saja dimakan. Selain itu, sebagian orang memang bisa memiliki alergi terhadap telur. Namun, reaksi alergi biasanya berupa gatal, ruam, atau gangguan pencernaan, bukan berupa bisul. Untuk mencegah bisul, hal yang lebih penting adalah menjaga kebersihan tubuh, mencuci tangan, membersihkan luka kecil, serta menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi telur dalam batas wajar tetap aman bagi kebanyakan orang dan tidak perlu dihindari hanya karena takut terkena bisul.
Kesimpulannya, hubungan antara makan telur dan bisul lebih banyak merupakan kepercayaan yang berkembang di masyarakat daripada fakta medis. Penjelasan mengenai hal ini didukung oleh berbagai penelitian kesehatan, termasuk kajian dari para ahli dermatologi yang menjelaskan bahwa bisul lebih berkaitan dengan infeksi bakteri pada kulit, bukan akibat konsumsi telur.